Sabtu, 17 Juni 2017

Ramadhan

Assalamu'alaikum... teman-teman. Udah sore lagi aja yah dan pastinya detik-detik menunggu adzan maghrib 😂😂. Udah lama yah nadya ga nulis di blog nih.. dan kali ini nadya mau nulis mengenai bulan Ramadhan. Langsung saja yah...

Ramadhan sudah sangat terasa, tidak hanya dengan banyaknya sinetron yang tiba-tiba berubah, dari tema percintaan, sakit kanker lalu mati nangis-nangis tidak jelas. Menjadi sinetron religi.

Iklan sirup berbagai merk, sirup yang seolah-olah enaknya luar biasa, padahal aslinya biasa aja. 😆 Atau band patah hati tiba-tiba kompak berganti menyerukan tuhanNya. Tetapi alampun seolah-olah berkonspirasi untuk menyambut bulan suci ini. Semesta seolah-olah menunduk semua bertasbih,damai.

Suasana ramadhan yang berbeda, iya selalu berbeda menurut saya. 😊 

Ayam 🐔🐓 tiba-tiba kalah pamor sama anak-anak kecil yang berkeliling kampung membangunkan sahur dengan apapun yang bisa di pukul 😂😂.  Ayam pun mengumpat "sial keduluan lagi" 😃

Masjid yang tiba-tiba tersenyum karena lebih banyak manusia yang mendatanginya. Ubin-ubin dingin yang dulu kosong semuanya terisi. Kitab suci yang biasanya terongok begitu saja jadi mulai dibuka dan dibaca.

Seruan adzan maghrib yang biasanya terabaikan begitu saja, menjadi sangat di rindukan setiap manusia. Jika saja mitos "bulu mata yang jatuh berarti ada yang rindu" itu benar, mungkin bulu mata muadzin sudah rontok duluan karena tidak hanya satu orang yang merindukannya. 😂

Ramadhan memang selalu berbeda. Diskon pahala besar-besaran nampaknya akan sayang jika di lewatkan begitu saja, banyak orang yang akan berlomba-lomba "cari muka" dihadapan tuhannya. Entah sepuluh hari pertama saja, sampai minggu terakhir saja, atau mungkin ada yang akan diterapkan di bulan-bulan lain setelah ramadhan usai.

Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan haus juga tadarus, tetapi bagaimana kita ikhlas menjalani apa yang diperintahkannya dan apa yang di larangnya.

Ramadhan adalah ujian, apakah manusia hanya akan kembali ingat tuhannya ketika di iming-imingi pahala yang berlimpah saja, atau akan mengingat Alloh SWT sepanjang waktu karena Alloh SWT memang pantas untuk disembah (please, correct me if i'm wrong).

Tetapi terlepas dari itu, Alloh SWT memang maha pemurah. Alloh SWT menciptakan bulan ini untuk evaluasi, muhasabah diri untuk lebih baik menjalani bulan selanjutnya.

Memang benar, rahmat dan ampunannya ditumpahkan semua kebumi, layaknya menumpahkan air dari sebuah ember yang sangat besar. Ditutuplah pintu neraka, diikat semua setan-setan dalam belenggu-belenggu agar tidak mengganggu. Diberinya kesempatan seluas-luasnya kepada manusia untuk menebus dosa-dosa dengan taubat. Dibukanya pintu surga selebar-lebarnya. *subahanallah... 😊

Ramadhan memang indah, sangat indah. 😊

Selamat menghitung hari...

Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan. Betapa beruntungnya orang-orang yang bertemu dengan ramadhan dan bisa menikmati setiap detik waktu untuk mengingat namanya.

Maka, jika saya boleh memohon ijinkan saya bertemu ramadhanMu yang selanjutnya. Aamiin... 😊😊