Nadya Nur Asysyams S
Sabtu, 16 Maret 2019
Kota Bandung
Sabtu, 23 Februari 2019
Pesona Malam Alun-Alun Bandung
Apa kabar Bandung ?
Sudah lama rasanya, diriku tak berpijak di suasana malam kota Bandung. Dan akhirnya, sekarang ku berpijak kembali. Menikmati suasana malam, udara malam, dan keindahan lampu-lampu jalan yang menghiasi malam ini.
Ahhh... Entah kenapa, selalu saja di buat terpesona oleh indahnya malam.
Kali ini, diriku terdampar disebuah tempat yang sudah tak asing. Yang selalu ramai pengunjung, baik di siang hari atau pun malam hari.
Tempat apa itu???
Ya Alun-Alun Bandung. Tempat yang tak asing bukan di telinga kalian ????

Alun alun Bandung adalah salah satu tempat yang menjadi lokasi wisata favorit di Bandung, kini tampilannya benar – benar mempesona dan sangat manis. Setelah dilakukan renovasi yang cukup panjang akhirnya alun – alun Bandung sudah hadir dengan wajah barunya yang mempesona dan membuat orang betah untuk berada di sini. (*Termasuk diriku sendiri yang telah di buat betah, walaupun hanya duduk di pinggiran taman, sambil bercengkrama dan melihat laju jalanan yang macet)
Apalagi muda mudi yang suka nongkrong bareng. Alun Alun Bandung sangat cocok dijadikan tempat hangout bareng. Padahal dahulunya Alun Alun Bandung adalah tempat bersejarah yang sering dipakai untuk menggantung tahanan bahkan sempat dijadikan lapangan sepak bola. Namun sekarang tampilannya benar – benar sudah sangat modern.

Selain ramai oleh pengunjung, tempat ini juga ramai oleh para pedagang asongan seperti halnya semalam. Banyak penjual setangkai bunga asongan. Bahkan kami pun sempat di tawari. Selain itu banyak juga pengamen-pengamen berkeliling menyanyikan sebuah lagu untuk mendapatkan uang. Selain dari itu ada juga beberapa mahasiswa dari universitas ****** yang sedang melakukan promotion sebuah produk minuman homemade. (*keknya tugas kampus deh kaya produk porftolio kalau ga salah 😁😁😁)
Namun, ada sedikit kekecewaan sih ketika malam itu. Yang biasanya selalu ramai banyak stand-stand makanan. Ehh ini kagak ada. Mungkin karena bukan malam minggu atau hari minggu kali yah.
Tapi, itu semua tak membuat diriku lupa bahagia haha. Tetap senang dan bahagia karena dapat menikmati suasana malam kembali.
Terimakasih.
Sabtu, 16 Februari 2019
Aku dan Malam
Aku mencintai malam, melayari sayap-sayapnya dengan menulis dan menikmati instrumental lagu. Seperti seorang gadis kecil yang menemukan rumah kayunya di pinggir sungai berbatu-batu. Asyik bersunyi dengan rasa yang entah kunamakan apa. Hanya aku dan aksara.
Aku dan malam adalah tak berbeda dengan tak sedikit insan yang karib padanya.
Menuliskan banyak hal, hal yang berdesak-desakkan di benak, hal yang berhimpitan dalam rasa. Yang sering tak mungkin kuungkapkan dalam lisan atau tak bisa kulukiskan dalam bahasa perbuatan.
Pada kanvas malam, kutuliskan apa saja yang kuingin menjadi. Tak sebatas khayal, kugoreskan segala impian pada gugusan aksara, menjadikannya galaksi kisah-kisah yang berrotasi pada sumbu imajiku. Banyak hal yang ingin kuterjemahkan dalam barisan pasal, hanya sekedar untuk mewujudkan bayanganku tentang kasih dan cinta. Atau, tak sedikit perihal yang ingin kusketsa agar dapat mendzahirkan rekaanku tentang duka nestapa. Hingga gema adzan shubuh mengingatkanku, bahwa gulita telah berlalu.
Namun, sering malamkupun hanya berarti secangkir coklat hangat dan beberapa buku yang tak tuntas kueja. Hanya membuka-buka halamannya,dan menikmati ilustrasinya, atau sekedar mengagumi kata pengantar dan kesimpulannya saja. Ya, sering malamku sesederhana itu. Yang setiap kali kudapati dari yang sederhana itu tersimpan apa yang dikata orang tentang kebahagiaan. Kebahagiaan yang mungkin tak bisa kutemukan pada riuh keramaian.
Terkadang, malamku bertema pena, buku dan ponsel. Hanya untuk menorehkan coretan demi coretan yang terlintas dalam pikiranku. Ah malam memang luar biasa. Selalu mengurai masalahku dengan cara yang ajaib dan membuatnya lebih berwarna.
Kisah-kisah malam tentang munajat cinta yang dilarung insan dalam gelombangnya yang tenang. Diantara thawaf sang tasbih dalam jemari dan teritis air mata yang bermuara di sajadah suci. Aku, dalam kemarau imanku dan meranggasnya reranting ilmuku, dengan hati malu turut hadir dalam syahdunya kelam, bersama rembulan adukan segala kelemahan dan permohonan ampunan atas segala kekhilafan. Kepada Sang Pemilik Alam bertangisan tersedu sedan. Sungguh, ada hal yang tak bisa dilakukan siang sebagaimana yang telah dilaksanakan malam.
Aku mencintai malam, mengutip kelembutan heningnya yang berdaya maha. Memetik kembang-kembang hikmahnya yang bergelantung di asterix nan tinggi. Mengayuh biduk nan lelah untuk menepi.
Minggu, 03 Februari 2019
Nanatsu No Taizai Movie
Heiyoooooo.....!!!!!!!
Kali ini saya akan mengulas film layar lebar anime yang merupakan bagian dari franchise Nanatsu no Taizai (Seven Deadly Sins) yang berjudul Tenkuu no Torawarebita (Prisoners of the Sky) . Tentunya bagi para penggemar serial Nanatsu no Taizai pasti bakal exciting sama film yang satu ini, termasuk saya. Lalu apakah film ini bisa dikategorikan sebagai film bagus? Hmmm, yuk simak ulasannya di bawah ini.
Tujuh Pendosa Besar menuju pulau tepencil untuk mencari Ikan Langit. Meliodas dan Hawk tiba di Kuil Langit yang berada di atas awan. Semua penghuni di sana memiliki sayap. Meliodas dijebloskan ke penjara karena dianggap sebagai anak jahat. Sementara itu, penduduk sedang mempersiapkan upacara untuk menghadapi binatang buas yang terbangun tiap 300 tahun sekali. Akan tetapi, pasukan klan iblis, Enam Ksatria Hitam datang dan melepas segel binatang itu, dan Kuil Langit dalam kondisi bahaya.
Okay dari segi plot menurut saya cukup membosankan dan biasa-biasa saja, film ini mempunyai konsep isekai anime musiman, yang jalan ceritanya mudah sekali untuk ditebak. Dimana sang karakter utama tiba-tiba masuk ke isekai (Kuil Langit) dan di sana ada iblis yang tersegel dan entah bagaimana segelnya lepas dan boom! Pertempuran antara pahlawan dan iblis.
Jalan cerita yang terkesan biasa, namun film ini mampu mengemasnya dengan aksi yang cukup seru dan menegangkan.
Porsi aksi dan komedinya ditampilkan dengan porsi yang pas, sehingga saat menonton Nanatsu no Taizai kita tidak akan selalu dibuat tegang. Pertarungan karakter yang overpower memang selalu menjadi adegan yang seru dan menegangkan, apalagi kalau lawannya Iblis.
Film ini diawali dengan kesalahpahaman hingga pertengahan film. Di sepanjang film tak terlihat satu pun Klan Bersayap menunjukkan jurus ARK-nya (kecuali si Nenek, tapi ternyata kurang kuat), namun di akhir film mereka semua mengeluarkan jurus ARK-nya. Kenapa gak dari tadi ngeluarin jurusnya ya. Jujur di sini antagonisnya lembek banget, apa karena Nanatsu no Taizai yang terlalu over power?
Oke kita bahas karakter dari film Nanatsu no Taizai ini. Karena memang karakter utamanya sama seperti yang di serialnya, maka gak perlu lagi dilakukan pengembangan karakter untuk Nanatsu no Taizai, karena pastinya penonton sudah tahu kemampuan mereka masing-masing.
Tambahannya mungkin cuma sebagian kecil petunjuk dari kemampuan Elizabeth. Sayang sekali di sini kita tidak mendapatkan penjelasan kenapa Solaad dan Ellete bisa mirip Meliodas dan Elizabeth. Pengembangan karakter untuk Solaad dan Ellete juga saya rasa kurang. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, di sini karakter antagonisnya yaitu Enam Ksatria Hitam dan kroco-kroconya, saya rasa terlalu lembek. Dan ngomong-ngomong iblis Singa-nya di sini cuma jadi badut belaka dan si iblis kaleng-kaleng kemampuannya juga terlalu lemah. Seperti biasa karakter favorit saya di Nanatsu no Taizai adalah Hawk, karena dengan adanya dia, film ini gak terasa hambar.
Film ini masih menggunakan soundtrack yang sama seperti serialnya. Dan penempatan soundtrack di adegan-adegan film ini, saya rasa pas. Apalagi pas adegan pertarungannya, didukung dengan soundtrack yang pas dan bersemangat , tentunya ini menambah ketegangan dan keseruan saat menonton film ini. Saya suka banget sama lagu penutupnya yang berjudul “Sora Tobira” yang dibawakan oleh grup idol Nogizaka46 dan lagunya enak cukup enak di dengar.
Dari segi visual gak ada perubahan dari serialnya, film ini masih menggunakan visual yang sama seperti di serialnya. Mungkin cuma sedikit penambahan detail, terutama di adegan pertarungannya. Latarnya digambar dengan begitu apik, mengingat ini garapan studio kondang A-1 Pictures. Saya paling suka sama desain karakter dari Berlion yang mirip sama Ban, meski begitu mereka sepertinya terkesan malas untuk menciptakan desain karakter baru. Tapi secara keseluruhan saya suka sama visualnya.
Okay jadi kesimpulannya, anime ini cukup enjoyable. Terutama buat para penggemar Nanatsu no Taizai, tentunya kalian gak boleh melewatkan film yang satu ini. Meski memiliki plot yang hambar, akan tetapi mereka bisa menebusnya dengan menyajikan adegan pertarungan yang super epic . Jadi saya cukup menikmati film ini secara keseluruhan.
Sabtu, 26 Januari 2019
Perihal Malam Minggu
Kalo denger kata "malam minggu" tu mayoritas banyak orang langsung berfikir “waktunya happy/happy weekend”. Ya gak???iya donggg...itu sebagian besar orang sih.
Okelah kali ini saya bakal sedikit ngebahas tentang kenapa sih malem minggu itu seakan menjadi malam yang paling ditunggu dalam satu pekan. Tapi yang ngetik nanggepinnya biasa aja lo ya dengan malem minggu 😁😁😁
Iya sih, Malam minggu emang erat banget kaitannya dengan pacaran, juga sama JOMBLO. Kenapa gitu ya? Iyalah...
Ingat hari minggu tu adalah hari istirahat baik sekolah maupun kerja (formal). *tapi kok gua kagal sih ya, malam minggu gak istirahat malahan kerja akutuhh 🤣🤣😎😎
Biasanya banyak remaja yang memanfaatkan waktu seperti ini untuk bisa melepaskan penat setelah sekolah ya (kalo masih sekolah) alias represing. Dan tidak jarang juga waktu seperti ini digunakan untuk waktu bertemu dengan orang yang spesial dihidupnya alias apel. *note : bukan buah apel yah
Selain itu malam minggu juga digunakan untuk waktu berkumpul dengan teman, sahabat dan keluarga bagi yang sudah berkeluarga.
Malam minggu pada dasarnya adalah waktu dimana banyak orang bisa mengistirahatkan hidupnya untuk mendapatkan asupan hiburan.
Tetapi dijaman sekarang ini guys, banyak sekali anak muda atau remaja yang memanfaatkan waktu seperti untuk hiburan tetapi hiburannya itu tanpa bisa membatasi dan akhirnya terjebak didalam gelapnya malam dan ganasnya malam minggu. Bisa dipikirin sendiri kan anak muda jaman sekarang tu kaya apa. Bayangin sendiri jangan suruh yang ngetik ngebayangin. 😎
Bolehlah kita ini memanfaatkan malam minggu, tetapi ingat ya guys, kita ini sebagai calon penerus bangsa lakukanlah kegiatan yang positif dan tidak merugikan siapapun. Jadilah calon penerus bangsa yang bisa dibanggakan......
Maksutnya paling tidak kita sebagai calon penerus bangsa bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Eh btw kita kok malah melenceng ya bicaranya. Kembali ke layar dulu.
Garis besarnya “ Malam minggu adalah malam yang dimanfaatkan untuk melepas kepenatan setelah melakukan pekerjaan dan belajar ” karena besoknya liburrrr. *akujugaliburbesoknyanih
So manfaatkan waktu libur dengan baik ya, jangan rusak waktu dengan hal-hal yang bodoh dan merugikan.
Okke gitu aja sih tulisan dari saya, hahhaa maapin ya kalo yang ngetik tulisannya Cuma kaya gini doang, yang penting di malam minggu ini yang ngetik gak kemana-mana, karena lagi cari recehan alias kerja.
Rabu, 23 Januari 2019
Sakurada Reset

Dalam cerita ini mengisahkan Asai Kei, seorang pemuda yang mempunyai kekuatan memori yang sangat kuat dan jika menyentuh sesuatu atau seseorang dia bisa melihat memori yang terjadi pada benda/orang tersebut. Selain itu, ada tokoh utama lainnya yaitu Haruki Misora yang mempunyai kekuatan untuk mengembalikan waktu hingga 2 hari sebelumnya tapi dia juga tidak ingat apa yang sudah terjadi pada 2 hari yang sudah terjadi. Ada juga Soma Sumire yang mungkin tidak terlalu banyak ada di setiap episodenya tapi bisa dibilang salah satu karakter utama yang dimana dia bisa melihat masa depan dan akan membantu Kei dan Haruki dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada.
Anime yang memiliki 24 episode ini, memiliki keseruan dimana Kei dan Haruki saling bantu untuk menyelesaikan masalah di kota Sakurada ini. Ketika suatu kejadian terjadi maka Haruki akan memundurkan waktu dan Kei masih mengingat semua kejadian yang sudah terjadi dan Kei yang berpikir dan mereka akan memecahkan agar masalah tersebut dapat ditanggulangi sebelum kejadian.
Seperti yang saya bilang sebelumnya ada Soma Sumire yang dapat melihat masa depan dimana dia yang selalu memberi petunjuk untuk Kei dalam menyelesaikan setiap masalah hingga sempat beberapa kali masalah tersebut ada ikut campur dengan Soma Sumire. Selain itu, yang seru ternyata setiap masalah itu juga bisa saling terhubung sampai di akhir episode sampai ke masalah utama yang berhadapan dengan Bureau yaitu semacam polisi khusus menangani kekuatan yang khusus juga.
Masalah utama yang menjadi klimaks nya pun cukup seru karena Kei harus berhadapan dengan Bureau dimana mereka melakukan "Sakurada Reset". Salah satu yang bikin menarik anime ini adalah bagaimana cara Kei menyelesaikan masalah yang ada, strategi dan bagaimana dia mengatur waktu dan menggunakan semua aset seperti teman-temannya juga.
Bagi yang suka strategi dan cerita-cerita yang ada kekuatan super hero, mungkin anime ini cocok. tapi bagi yang mengharapkan action dengan bela diri dalam anime ini tidak ada seperti itu, malah lebih banyak diskusi karena lebih banyak ke strategi. Anime ini juga dimeriahkan dengan OP dan ED yang seru dari Yui Makino dan Oral Cigarettes, dan pada episode terakhir lagunya dari Weaver yang selalu langganan lagunya dijadikan soundtrack anime.
Selain itu bagi yang fans dengan Kana Hanazawa dengan suara imutnya ternyata dia mengisi suara untuk Haruki Misora. Secara utuh, anime ini seru, menarik, dan mempunyai nilai yang bagus juga. Kalau harus saya berikan rating dari 1-10 maka saya akan kasih nilai 8 . Hal ini karena ceritanya yang sudah bagus dan unpredictable tapi masih ada hal-hal yang banyak diskusi sehingga agak bosan jika terlalu lama diskusi. Anime ini juga harus ditonton bagi yang terlewat.
Jika
Yang namanya perjalanan hidup itu ga semulus yang di bayangin. Ga seindah yang di pikirkan, ga se instan seperti layaknya mie indomie, karena setiap yang di inginkan dan di dambakan itu butuh perjuangan, banyak rintangan dan ingat ga ada yang instan. Oke...
Nahh.. Jika di hadapkan dengan sebuah pilihan antara yang enak tapi gampang dan yang gampang tapi susah pasti bakalan milih yang enak tapi gampang kan.
Sama hal nya, jika di hadapkan pada 2 persimpangan jalan. Manakah yang akan kalian pilih ?
1. Jalan pintas, bagus, jalannya di aspal bahkan mulus.
2. Jalan yang sangat jauh menuju tempat tujuan, banyak bebatuan, jalannya berlubang bahkan banyak tikungan, bukan banyak yang nikung tapi tikungan ya..
Pasti kalian semua akan berpikir dan memilih jalan yang pertama.
Namun, bagaimana jika pada akhirnya setelah di garis akhir.
Jalan ke 1 : adalah jalan buntu dan bahkan jurang yang curam
Jalan ke 2 : adalah jalan yang dapat menggapai impian dan cita-cita di masa depan.
Kalian akan pilih yang mana ?
Pasti bakalan pilih jalan ke 2 kan meskipun jauh, berlubang, banyak tikungan jika sudah tau akhirnya seperti apa pasti akan memilih jalan tersebut ya kann?
Jadi sebenernya, separah apapun jalannya separah apapun rintangannya yang akan di lalui, sesulit apapun prosesnya, kita akan tetap memilih jalan yang pasti menuju masa depan kita untuk meraih mimpi dan menuju kepada apa yang kita butuhkan.
Misalnya saja, dalam hal pekerjaan. Kerja itu capek. Iya kan capek, kalian pasti pernah ngeluh inilah itulah disaat kalian kerja. Karena akupun seperti itu..
Kerja itu berkorban tenaga, pikiran, dan waktu istirahat. Tapi, kita akan terus menjalaninya bukan ?? Karena kita membutuhkan uang untuk keperluan hidup. Semakin banyak rintangan, semakin meningkat kualitas diri kita. Semakin besar kualitas kita, maka semakin banyak peluang yang akan kita dapatkan.
Sama seperti halnya dengan beribadah. Ibadah itu harus sabar, dan mengorbankan waktu ternyaman kita.
Adzan subuh, tapi masih ngantuk berat, tetap harus bangun pergi ke masjid. Adzan ashar, enaknya rebahan, tapi tetap harus beranjak untuk mendirikan shalat. Orang lain siang-siang beli yang dingin, kita hanya bisa ngelus dada karena sedang berpuasa. Dan masih banyak lagi.
Dan sesuatu yang di dapatkan akan terasa berbeda ketika kita shalat hanya sekedar shalat untuk menggugurkan kewajiban. Dibandingkan dengan shalat yang di barengi shalat sunnah.
Semakin banyak ujian dan usaha yang dijalani, maka akan semakin meningkat derajat kita. Semakin derajat kita meningkat, maka Allah semakin sayang sama kita.
Ingat... Semua yang dilakukan ini pada dasarnya pasti karena BUTUH !!!!
B U T U H... Ingatt butuh, namun sebagiannya karena atas dasar sudah kewajiban.
Kita beribadah karena kewajiban kita dan kita butuh akan kasih sayang-Nya, butuh akan ke ridhaan-Nya agar selamat di dunia dan di akhirat.
Jadi, jika masih memilih jalan pintas yang serba mudah dan belum brrkorban dalam beribadah, hati - hati terbuai. Cobalah hati dan niat ini di crosscheck lagi deh.
Kebutuhan kita sudah sampai mana ??



