Bandung tak hanya terkenal sebagai kota kembang, Bandung juga terkenal dengan alamnya yang indah. Tak heran, banyak tempat wisata di kota ini. Termasuk tempat wisata malam Bandung yang selalu ramai dengan pengunjung dari berbagai daerah.
Kota Bandung begitu terkenal dengan wisata alamnya, wisata belanja dan wisata kuliner Bandung.
Lagi-lagi aku bercerita tentang Bandung, tapi entah kenapa selalu ada saja hal yang dapat di ceritakan dari kota ini. Apalagi indahnya malam hari, hiruk piruk nya kota, kendaraan yang saling berganti melaju, ramainya jalanan di malam hari yang di hiasi oleh terangnya lampu-lampu jalanan. Sungguh itu membuat indah bagiku.
Aku selalu menikmati setiap perjalanan di malam hari jika di kota ini, meskipun terkadang harus bolak-balik karena mengambil jalur yang salah, dan akhirnya harus melewati beberapa tempat yang sebelumnya terlewati. Kalau kata bahasa sundanya tuh *kadieu deui-kadeui deui. Hahaha
Meskipun di Bandung ini banyak sekali tempat kuliner, namun tetap saja kadang orang-orang selalu bingung untuk milih makan dimana. *kek guaa contohnya 😧
Tapi, tetap saja pada akhirnya "Kuliner Gelap Nyawang" lahh yang terpilih lagi. Lagi-lagi kesini, untuk kesekian kalinya diriku makan disini. Tapi tak pernah bosan untuk menyantap makanan yang ada disini.
Kuliner gelap nyawang ini menjadi pusat kuliner yang berada di bagian belakang Masjid Salman ITB (Institut Teknologi Bandung). Beberapa makanan yang recommended di daerah ini adalah Ayam Cola, Angkringan, Dimsum, serta Seafood. Harga makanannya pun cukup terjangkau, mengingat di Gelap Nyawang ini dekat dengan lokasi kampus.
Untuk menuju tempat makanan itu harus menelusuri jalan yang penuh dengam berbagai macam pedagang, dari mulai nasi goreng, sate dan masih banyak lainnya.
Namun, di Gelap nyawang ini ada tempat yang selalu ramai di kunjungi oleh umum atau bahkan oleh para mahasiswa ITB yang mungkin sekedar melepas penat setelah pusing dengan mata kuliahnya di siang hari.
Ohh... Ya. Tempat ini sering disebut "Angkringan".
Orang bilang, ngangkring di angkringan. Begitulah kata mereka.
Angkringan siapa??? Angkringan nya Mas jo.
Lahh, Mas jo itu siapa? Ya pemilik angkringan yang berada di jalan MBA ITB.
Berbagai makanan dan minuman ini tersedia di gerobak kayunya, dan salah satu minuman yang paling banyak di pesan oleh orang-orang ya.. Kopi joss.
Kopi joss itu apa sih??
Kopi joss itu, kopi panas lengkap dengan arang panas di dalamnya yang dihiasa oleh asap yang mengebul.
Mas Jo, sang pemilik dengan suksesnya memindahkan suasana angkringan Jogja ke Bandung. Cahaya yang redup-redup (cenderung gelap sebenernya 😜) ,gerobak kayu berisi makanan, piring, dan gelas seng, lesehan, dan yang paling total adalah Mas Jo yang meggunakan lurik. Mas Jo dan pelayan lainnya, meski tahu Angkringannya ada di Bandung, dan pelanggannya tak semuanya orang Jawa, ia tetap istiqomah melayani dengan bahasa Jawanya yang medhok.


