Jumat, 15 Desember 2017

Malam Juga Punya Cerita

Aku lebih menyukai gelapnya malam dengan sinar rembulan di bandingkan jingganya senja.

Sejatinya, senja memang indah. Ia mampu membuat takjub siapapun yang melihatnya. Ia dapat dengan mudah membuat orang terpana karena keelokannya. Ia juga mampu membuat para pujangga menuliskan puisi tanpa adanya aksara-aksara puitis

Berbeda dengan malam.

Malam memang tidak dapat terlihat. Tidak cukup indah ketika dipandang. Apalagi bila bintang merajuk. Tentu langit akan menjadi sepi.

Akan tetapi, sejuknya malam masih dapat dirasakan. Gelapnya malam mampu membuat jiwa ini untuk merenung. Kembali bermuhasabah diri. Memikirkan apa yang telah terjadi selama ini. Semakin baik ? Atau justru semakin tidak terkontrol ? Mengevaluasi sikap dan perilaku terhadap sesama. Baik kah ? Atau semakin buruk ? Memikirkan serta mencari solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi.

Gelap bukan berarti kelam. Begitu juga dengan malam. Ia memang tidak cukup indah bila di bandingkan dengan senja. Namun, malam mempunyai makna yang lebih dibanding senja. Karena, hanya pada saat malam, orang-orang dapat lebih banyak memikirkan tentang dirinya, keluarga bahkan orang-orang yang di kasihinya.

Hebat bukan ?

Yah.. malam pun juga punya ceritanya sendiri. Dan aku lebih menyukai gelapnya malam, dibanding jingganya senja.

Pesanku Untuk Mereka

Broken Home bukanlah akhir dari segalanya bagi kehidupanku. Jalanku masih panjang untuk menjalani hidupku sendiri.


Pergunakanlah situasi ini sebagai sarana dan media pembelajaran guna menuju kedewasaan.

Ingat...

Aku tidak sendiri dan bukanlah orang yang gagal. Aku masih bisa berbuat banyak serta melakukan hal positif.

Menjadi manusia yang lebih baik belum tentu aku dapatkan bila semua ini terjadi.

Mungkin saja ini merupakan sebuah jalan baru menuju pematangan sikap dan pola pikirku.

Selasa, 12 Desember 2017

Baca yaa!!!

Diary Depresiku

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang mungkin luka dihati
Luka yang seharusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yanag hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandigkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Penggalan lirik dari "Diary Depresiku" nya last child mungkin cocok buat kisah hidup aku, setidaknya mendekati. Salut aku sama lagu ini, bukan hanya karena kisahnya "mendekati" kisah aku. Tapi menurut aku jarang sebuah band yang mengangkat tema tentang "Broken Home" tapi bisa boominh di pasaran. Aku memang salah satu korban "Broken Home" diantara sekian banyak korban "Broken Home" dimuka bumi ini.

Aku bisa bayangin gimana perasaan korban-korban "Broken Home" saat denger lagu ini. Dan aku "sangat hanyut" kalo dengerin reffrain dari lagu ini. Sekuat-kuatnya korban "Broken Home", pasti jauh dari dalam lubuk hatinya menjerit iri sama mereka yang punya "keluarga utuh".

Dan gak bisa di pungkiri, langsung atau gak langsung, disadari atau enggak, emang bener, "Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan". Mungkin masih mending bagi mereka korban "Broken Home" dari keluarga "punya/mapan", lantas bagaimana dengan mereka yang jadi korban "Broken Home" dari keluarga yang biasa-biasa aja, bahkan mungkin dari keluarga orang "gak punya" ??

Mungkin kalian belum berfikir bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang mengalami "Broken Home" ? Tak buruk memang.

Hanya saja efek yang di tinggalkannya setelah itu. Bukan tentang bagaimana kita nanti, bukan bagaimana kasih sayang yang kita akan dapatkan. Hanya saja bagaimana kita bertanggung jawab atas diri kita.

Seperti kasus nyata diriku sendiri. Aku adalah seorang anak "korban" dari keluarga yang broken home. Keluargaku terpecah, pada saat aku mengetahui hal itu ada rasa sakit yang aku rasa tetapi entah mengapa rasa itu terkalahkan oleh topeng yang harus aku tunjukkan pada dunia.

Broken home tidak menahanku untuk tertawa, untuk bermain, untuk mengejar cita-cita, dan untuk semua hal yang aku inginkan.

Pernah aku berfikir apakah aku harus seperti "mereka" ? Yang melarikan diri ke narkoba, hidup dijalanan, tak mengenal aturan dan yang lebih parah tidak memiliki masa depan. Tapi dukungan terus mengalir padaku untuk tetap berdiri, untuk tetap bertahan dan untuk etap tersenyum.

Awalnya aku tak menanggapi omongan mereka, toh mereka tak tau apa yang aku rasakan, perasaan menjadi seorang korban "Broken Home", untuk apa aku mendengarkan mereka.

Tapi aku sadar akan satu hal "aku tak mau hidup susah", aku tak mau mengulangi kesalahan orang tuaku, cukup aku merasakan sakit saat ini. Karena suatu saat nanti aku akan menunjukan kepada mereka semua, bahwa cobaan yang aku alami tidak dapat menahanku untuk menggapai dunia.


Aku mempunyai tekad yang kuat untuk itu, karena aku lelah dengan topeng-topeng ini. Aku menggunakan berbagai macam topeng karena aku tak mau terlihat menyedihkan, apalagi aku di kasihani. Aku tak mau seperti itu. Biarlah semua rasa sakit ini hanya aku yang merasakan, kalian cukup mendukungku dan memberikanku senyuman. Setiap senyuman kalian adalah kekuatanku untuk terus berlari dan sekolah untuk terus dan terus mencapai semua impianku.

Senin, 11 Desember 2017

Impian

Artikel saya kali ini ingin membahas sesuatu yang sedikit menjadi sebuah kegelisahan.


Saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Bu guru sering sekali melontarkan pertanyaan pada muridnya "Besok kalau sudah besar kalian ingin menjadi apa?" Merekapun menjawab dengan segala kepolosannya.

"Saya ingin menjadi dokter biar bisa menyembuhkan orang-orang sakit."

"Saya ingin menjadi presiden biar terkenal dan banyak uang."

"Saya ingin menjadi seorang guru supaya bisa seperti bu guru."

Bahkan tak jarang juga ada yang menjawab dengan lantangnya. "Saya ingin menjadi sailormoon biar bisa menyelamatkan dunia dari musuh-musuh orang jahat haha 😂😂" ahh jadi ingat masa-masa TK yang indah dulu hehe.

Namun, pada kenyataanya setelah mereka beranjak dewasa, banyak sekali di temukan berbagai penyimpangan cita-cita. Semisal, saja dulu ada seorang anak yang saat kecil ingin menjadi dokter tetapi sekarang mengatakan buat apa menuntut ilmu setinggi mungkin toh nanti kita jadi buruh dan menikah. Adapula opini yang beredar di masyarakat, buat apa kuliah? Apa kalau kita kuliah itu sudah menjamin kalau kita bisa mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan sesuai dengan prodi? Justru banyak sekali orang yang mendapatkan pekerjaan yang sangat menyimpang.

Apakah semangat untuk mengejar cita-cita harus terpatahkan dengan opini-opini tersebut. Bukankah kuliah untuk mewujudkan impian, kuliah bukan ajang buat kita untuk memiliki pacar seorang dokter atau apalah. Semua kembali kepada yang menjalani, insya allah tuhan memiliki rencana yang di persiapkan untuk setiap hamba-hambanya. 

Always keep the faith guysss...

Selasa, 05 Desember 2017

Ini Tentang Kepribadian

Saya ya saya, bukan kamu, bukan elo, bukan anda, dan tentu saja bukan mereka.

Nadya itu gimana sih orangnya?

Jangan tanya saya, bahkan saya juga belum mengenal seperti apakah saya sebenarnya, buktinya saya ikut test kepribadian dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan (yang tidak perlu saya jawab dengan menggunakan rumus matematika, fisika bahkan statiska) yang sangat mudah. Entah apa kolerasinya yang pasti ada hasil yang bertuliskan karakteristik kepribadian saya setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan voila... memang kira-kira begitulah diri saya sebenarnya.

Dan inilah hasilnya yang tanpa saya kurangi, tanpa saya tambah-tambahi.

Saya adalah seorang yang plegmatis *buka kamus kurang lebih artinya adalah sifat yang pasrah, tidak suka bertengkar dan menurut saja mana yang paling mudah meskipun kadang tidak sesuai dengan kata hati.

Dan saya pun mengiyakan..

-iya "gue banget" kalau kata anak-anak gaul jaman sekarang. Saya orang yang tidak mau ribut, jika saya dalam posisi yang di rugikan, dituduh, atau di salahkan yang pada kenyataannya saya tidak seperti itu. Saya cenderung diam atau membela diri saya "seadanya", saya tidak mau berdebat lebih lama, oleh karena itu saya cenderung ngalah dan pada akhirnya saya kesal, saya bt dan nangis. Sampai-sampai seorang teman mengatakan "bodoh dan terlalu baik itu memang beda tipis". Ya... itulah saya.

Orang yang plegmatis mempunyai sifat umum : introvert, pengamat dan pesimis. Sebenarnya saya bisa saja introvert bisa saja ekstrovert (ambivert), jujur jika totalnya 100% maka 60% untuk introvert dan sisanya adalah ekstrovert. Saya lebih suka mengurung diri dikamar berjam-jam, atau pergi kesuatu tempat sendiri, atau mungkin nongkrong di salah satu tempat makan. Entah mengapa itu mengasikkan damai dan santai. Walaupun kadang saya juga merasa kalau sendiri itu menyedihkan dan mengerikan. Memang kalangan introvert banyak "di cap" orang aneh yang tidak mau atau tidak mudah bersosialisasi dengan orang lain, tidak luwes dan tidak fleksibel. Tetapi pernah saya membaca dalam sebuah artikel tentang kepribadian introvert (karena saya juga mulai khawatir dengan kondisi saya).

Carl Gustav Jung, seorang psikoanalisis yang menjadi kawan sekaligus murid Sigmun Freud mengemukakan bahwa kepribadian yang terbaik adalah introvert. Kebapa bisa begitu??

Menurut Jung, orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan kedunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya.

Orang-orang introvert memiliki kendali atas dirinya sendiri, namun sering kali mengalami penolakan oleh lingkungannya. Sedangkan orang-orang ekstrovert dapat memiliki segalanya, kecuali satu, dirinya sendiri.

Alhamdulillah... ada hikmah dibalik kepribadian yang dicap aneh itu, yang memang dominan di diri saya. Kepribadian pengamat atau bahasa kerennya percelving yaitu selalu ingin tahu lebih banyak tentang kondisi sekitar, bertindak fleksibel, menjaga jarak dan menghindari kesan bodoh. Karena saya selalu takut untuk terlihat bodoh maka saya akan cenderung minder untuk bergaul dengan orang sekitar, lalu saya akan pesimis dengan apa yang sudah saya lakukan. (Nampaknya logika yang cukup bagus)

Dan kali ini saya mengiyakan (lagi)...

Ada kelemahan dan kelebihan yang terdapat pada seorang yang berkepribadian plegmatis ini : 

*kelemahan

- Seperti tidak ada masalah (padahal sebenernya disimpen sendiri). - Melawan perubahan (saya mempunyai kecenderungan melakukan hal yang sama dan sulit berubah). - Punya kemauan baja yang tenang (gejala keras kepala yang akan muncul jika sudah terakumulasi).

*kelebihan

- Sebagai pribadi (rendah hati, mudah bergaul, santai, diam, tenang, sabar, seimbang, cerdas, simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, serbaguna) #emangnya saya gedung 😆

-  Sebagai pekerja (cakap dan mantap, damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan, menemukan cara yang mudah.

- Sebagai teman (mudah diajak bergaul, menyenangkan, tidak suka menyinggung, pendengar yang baik, selera humor tinggi, suka mengawasi orang, punya banyak teman , berbelas kasihan, dan perhatian)

*apakah saya seperti itu teman???

Dan begitulah katanya kepribadian saya. Bagaimanapun diri saya, saya tetap mau menjadi diri saya sendiri.

Jumat, 08 September 2017

Hidup Ini Seperti Dandelion

Hidup akan terasa sangat berharga, saat hidup ini seperti dandelion.

Dandelion tidak tumbuh sebagai bunga hias yang biasa berada dalam taman-taman kota yang menunjukan keindahannya kepada setiap orang.

Dandelion yang hidup dan tumbuh disekeliling ilalang yang jauh dari orang dan ilalang itu yang senantiasa menyembunyikannya dalam rerumputan, tetapi keindahannya tak akan pernah tertutupi sekalipun ilalang telah menjadi bunga matahari.

Bunga dandelion dapat hidup di segala tempat, dimanapun angin yang membawa benih dandelion berhenti, disitulah dandelion akan tumbuh.

Secara fisik, dandelion tidak menarik mungkin karena bentuknya yang aneh dengan tangkai yang kelihatannya rapuh. Namun, dandelion sebenarnya banyak mengajarkan kepada kita tentang arti hidup sesungguhnya.

Bunga dengan tangkainya yang kecil dan sederhana dapat tumbuh dimana saja, tergantung dimana benihnya jatuh.

Serpihan-serpihan kecil bunganya yang ringan akan terbang terbawa angin dan menyebar kemanapun ia mau yang akhirnya akan tumbuh menjadi bunga baru di tempat ia jatuh dan membawa kehidupan baru.

Ya... itulah inti dari kehidupan bunga dandelion yang menyimpan arti yang cukup dalam.

Terbang tinggi dan menjelajah angkasa. Tetap berusaha untuk mengejar dan menggapai cita-cita yang mungkin akan banyak tantangan dalam perjalnannya. Namun, tidak berhenti untuk mengejar cita-cita tersebut. Jatuh disuatu tempat dan membawa kehidupan baru.

Berbaik dengan kondisi lingkungan, membawa kebahagiaan dan keindahan dimanapun ia berada.

Dandelion..

Belajar dari filosofi dandelion, akan kehidupan yang begitu luas.

Sabtu, 17 Juni 2017

Ramadhan

Assalamu'alaikum... teman-teman. Udah sore lagi aja yah dan pastinya detik-detik menunggu adzan maghrib 😂😂. Udah lama yah nadya ga nulis di blog nih.. dan kali ini nadya mau nulis mengenai bulan Ramadhan. Langsung saja yah...

Ramadhan sudah sangat terasa, tidak hanya dengan banyaknya sinetron yang tiba-tiba berubah, dari tema percintaan, sakit kanker lalu mati nangis-nangis tidak jelas. Menjadi sinetron religi.

Iklan sirup berbagai merk, sirup yang seolah-olah enaknya luar biasa, padahal aslinya biasa aja. 😆 Atau band patah hati tiba-tiba kompak berganti menyerukan tuhanNya. Tetapi alampun seolah-olah berkonspirasi untuk menyambut bulan suci ini. Semesta seolah-olah menunduk semua bertasbih,damai.

Suasana ramadhan yang berbeda, iya selalu berbeda menurut saya. 😊 

Ayam 🐔🐓 tiba-tiba kalah pamor sama anak-anak kecil yang berkeliling kampung membangunkan sahur dengan apapun yang bisa di pukul 😂😂.  Ayam pun mengumpat "sial keduluan lagi" 😃

Masjid yang tiba-tiba tersenyum karena lebih banyak manusia yang mendatanginya. Ubin-ubin dingin yang dulu kosong semuanya terisi. Kitab suci yang biasanya terongok begitu saja jadi mulai dibuka dan dibaca.

Seruan adzan maghrib yang biasanya terabaikan begitu saja, menjadi sangat di rindukan setiap manusia. Jika saja mitos "bulu mata yang jatuh berarti ada yang rindu" itu benar, mungkin bulu mata muadzin sudah rontok duluan karena tidak hanya satu orang yang merindukannya. 😂

Ramadhan memang selalu berbeda. Diskon pahala besar-besaran nampaknya akan sayang jika di lewatkan begitu saja, banyak orang yang akan berlomba-lomba "cari muka" dihadapan tuhannya. Entah sepuluh hari pertama saja, sampai minggu terakhir saja, atau mungkin ada yang akan diterapkan di bulan-bulan lain setelah ramadhan usai.

Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan haus juga tadarus, tetapi bagaimana kita ikhlas menjalani apa yang diperintahkannya dan apa yang di larangnya.

Ramadhan adalah ujian, apakah manusia hanya akan kembali ingat tuhannya ketika di iming-imingi pahala yang berlimpah saja, atau akan mengingat Alloh SWT sepanjang waktu karena Alloh SWT memang pantas untuk disembah (please, correct me if i'm wrong).

Tetapi terlepas dari itu, Alloh SWT memang maha pemurah. Alloh SWT menciptakan bulan ini untuk evaluasi, muhasabah diri untuk lebih baik menjalani bulan selanjutnya.

Memang benar, rahmat dan ampunannya ditumpahkan semua kebumi, layaknya menumpahkan air dari sebuah ember yang sangat besar. Ditutuplah pintu neraka, diikat semua setan-setan dalam belenggu-belenggu agar tidak mengganggu. Diberinya kesempatan seluas-luasnya kepada manusia untuk menebus dosa-dosa dengan taubat. Dibukanya pintu surga selebar-lebarnya. *subahanallah... 😊

Ramadhan memang indah, sangat indah. 😊

Selamat menghitung hari...

Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan. Betapa beruntungnya orang-orang yang bertemu dengan ramadhan dan bisa menikmati setiap detik waktu untuk mengingat namanya.

Maka, jika saya boleh memohon ijinkan saya bertemu ramadhanMu yang selanjutnya. Aamiin... 😊😊

Rabu, 01 Februari 2017

Caño Cristales (Sungai Pelangi)

Caño Cristales adalah salah satu sungai terindah di dunia. Sungai ini berwarna-warni. Karenanya dijuluki sungai pelangi.

Yuk kita pergi ke pegunungan Serrania de la Macarena antara bulan Juli sampai November. Disana, kita akan melihat sungai Caño Cristales yang berwarna-warni. Ada warna kuning, hijau, biru, hitam, dan warna merah yang bergerak-gerak di dasar sungai. Indah sekali, seperti pelangi yang mencair. Lima warna itu dihasilkan oleh batu hitam, ganggang hijau, biru, dan kuning, serta tanaman Macarenia clavigera yang tumbuh subur di dasar sungai.

Mengapa harus antara bulan Juli sampai November?? Ya,, karena Juli sampai November adalah masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Di saat itu, ketinggian air sungai pas sekali untuk melihat keindahan dasar sungai Caño Cristales.

Sayangnya, untuk mencapai sungai ini tidaklah mudah. Sungai dengan lebar 20 meter dan panjang 100 km ini terletak di daerah terpencil. Sungai ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki atau menggunakan kuda. Meskipun begitu, banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

Pegunungan Serrania de la Macarena terletak di provinsi Meta, Kolombia. Tanahnya mengandung batu-batu kuarsit yang terbentuk sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu. Sungai Caño Cristales yang mengalir deras dan memiliki banyak air terjun, membuat batu-batu kuarsit di dasar sungai jadi terkikis. Terbentuklah rongga-rongga seperti wadah pada batu-batu itu. Sementara, tanaman air yang berwarna-warni terlihat seperti kristal. Nah... dengan dua alasan itulah sungai ini diberi nama Caño Cristales. Artinya wadah kristal.

Karena mengalir di atas tanah batu-batu kuarsit, air sungai Caño Cristales jadi kurang nutrisi. Tak ada binatang yang bisa hidup di sana. Namun tanaman Macarenia clavigera tumbuh subur di sana. Tanaman berwarna merag ini merupakan tanaman khas Serrania de la Macarena. Selain tumbuh di Caño Cristales, Macarenia clavigera juga tumbuh di sungai lain di Serrania de la Macarena.

Kamis, 19 Januari 2017

LDR (Long Distance Relationship)

Sekarang saya mengangkat tema tentang LDR, pasti taukan LDR itu apa? *bukan lontong dan rendang lohh ya.. 😂

Jadi, LDR itu singkatan dari Long Distance Relationship. Long itu dalam bahasa Inggris bisa di artikan "panjang" bisa juga "lama" dan bisa juga "jauh" tapi dalam postingan ini saya memilih Long yang berarti Jauh, sedangkan Distance itu di artikan sebagai Jarak dan Relationship ini bisa di artikan sebagai Hubungan.

Jadi, kesimpulan dari LDR atau Long Distance Relationship adalah hubungan jarak jauh, atau hubungan yang di pisahkan oleh jarak.

Jaman sekarang LDR itu udah jadi istilah umum yang sering dipake sama anak gaul. Bahkan banyak dari mereka yang memposting diakun sosmed mereka tentang jarak mereka dengan si pasangan yang jauh.

Jadi LDR itu, hubungan yang dipisahkan oleh jarak, tapi sebenarnya ga harus beda kota ataupun beda negara baru bisa dikatakan LDR, tapi yang sebenarnya LDR itu mereka yang menjalin hubungan dengan intensitas bertemu yang sangat minim karena jarak yang ada di antara mereka, bisa faktor karena salah satu atau keduanya sama-sama punya kesibukan atau faktor lainnya.

Tapi yang namanya cinta, jarak bukan jadi masalah walaupun kadang jarak bikin masalah 😃.

Misalnya pesan yang pending karena jaringan atau telpon yang tiba-tiba putus karena operator yang cemburu 😂 atau v-call yang tiba-tiba gambar semut karena kuota habis ataupun karena pulsa yang habis 😉.

Jalanin LDR itu bukan hal mudah. Pasti banyak yang LDR ngerasa pengen ketemu apalagi kalo malam minggu, mereka yang non LDR jalan bareng sedangkan pasangan LDR palingan cuman smsan,teleponan,v-call atau chattingan 😢.

Kalo pasangan yang non LDR lagi makan bareng. Ya,, saling tatap, tapi kalo yang LDR malah saling tatap layar hp/komputer terus saling tanya "udah makan belum?" *kasian.... tapi itu gue banget 😂😂 Tapi ajaibnya cinta ya gitu yang di tatap layar tapi berasa natap pasangan 😅 bukan cuman itu, pasangan LDR itu lebih banyak ngeluarin biaya pacaran dari pada mereka yang non LDR.

Kenapa??

Karena mereka jarang ketemu, jadi mereka manfaatin hampir setiap waktu untuk komunikasi di banding mereka yang non LDR, dan bahkan para pasangan LDR bisa lebig romantis saat bertemu karena mereka benar-benar manfaatin waktu yang ada😊.

Menurut saya pribadi, LDR itu hubungan yang dijalanin oleh pasangan yang hebat selama mereka positif dalam menjalani hubungannya. Karena ga banyak orang bisa bertahan dengan hubungan yang di pisahkan oleh jarak, Apalagi kalo jarak itu cukup jauh, lumayan jauh dan sangat jauh. Karena dari pengalaman beberapa orang yang saya kenal yang LDR, hubungan mereka jarang bertahan lama tapi ada juga beberapa dari mereka saling setia sekalipun jarak memisahkan. *uhh so sweet.. 😊 aku banget hahaha 😂😂

Karena jarak yang sesungguhnya itu bukan berapa Km tapi seberapa pasangan itu membuat hubungannya nyaman setiap saatnya tanpa mengingat ada yang memisahkan mereka, yaitu jarak. 😊

Well, inti dari postingan saya kali ini yaitu LDR adalah hubungan yang dipisahkan oleh jarak entah itu jauh,lumayan jauh, ataupun sangat jauh. Dan banyak dari mereka yang menjalani hubungan ini merasa bahagia walaupun ada juga yang merasa jenuh dengan hubungan jarak jauh, jadi sebenarnya nyaman atau engganya dalam hubungan itu bukan permasalahan jarak tapi, gimana pasangan tersebut jalanin hubungan mereka dengan baik sekalipun jarak memisahkan. 😊😊

Rabu, 18 Januari 2017

Daun

Daun...
Banyak rupamu, warna sejuk terlihat. Tapi...., ada juga warna terang dan gelap padamu.

Selalu mengikuti angin kemana ia berhembus.

Mendayu-dayu..

Melambai-lambai..

Mencoba tak terlepas dari ranting, tapi ketika waktumu tiba, kau pergi meninggalkan ranting dan jatuh begitu saja.

Rantingpun membiarkannya, kadang dengan angin kau pergi, kadang lewat aliran sungai kau terbawa, dan kadang kau harus membusuk di tanah.

Betapa hebatnya kau, kuat menjalni hidup. Walaupun tetap setia dengan ranting.