Kisah ini seperti meroati-merpati liar. Ketika merpati-merpati itu berada dalam sangkarnya, ia akan selalu menurut pada majikannya,,,, Ketika ia lepas dari sangkar, ia akan terbang tinggi sesuka hatinya.
Seperti itulah kita di masa putih abu-abu,,. Ketika dikelas bersama guru, kita duduk tenang menyimak pelajaran, walaupun kita sesekali malah asyik berceloteh dengan teman sebangku. Tetapi,,, layaknya merpati yang lepas dari sangkar,, saat pelajaran berakhir kita berkeliaran sesuka hati..
Kisah ini berawal dari tahun ketiga masa putih abu-abu. Ditahun ketiga ini, kita merasakan indahnya pertemanan bersama kurang lebih 32 teman sekelas selama dua tahun. Ditahun ketiga masa putih abu-abu, kita disuguhkan kepada materi yang lebih tinggi lagi. Kita disuguhkan pada persiapan untuk menghadapi berbagai macam peperangan ,, dan juga disuguhkan pada pembekalan pada diri kita seusai melepaskan baju kehormatan kita selama putih abu-abu.
Berbagai nasihat diberikan oleh para pencipta insan-insan cendikia itu kepada kita setiap hari. Nasihat-nasihat itu datang tak kenal waktu ,, bai pagi, saat diruang guru, saat dikelas, bahkan saat terik matahari menemani kita di sekolah,,
Tingkat kesulitan pada materi pelajaran diawal tahun ketiga masa ini lebih rumit. Berbagai macam PR telah diberikan, tugas kelompok, ulangan harian, diskusi, presentasi dan brujung pada ulangan semester 5. Setelah semester 5 berakhir, kita dihadapkan lagi pada persiapan menuju peperangan terakhir. Dimulai pada awal Februari, kita bersama-sama menegakkan semangat yang mulai runtuh, meneguhkan hati sekuat ribuan baja... mengasah otak yang lebih dari biasanya, serta berdo'a lebih banyak dari pada biasanya. Selama hampir 3 bulan kita seperti itu, mempersiapkan berbagai daya upaya untuk maju dimedan perang.
"Berperang melawan setumpuk tulisan diatas lembaran-lembaran kertas putih penentu kelulusan".
Dimulai dari mengikuti pelajaran tambahan seusai pulang sekolah, ditambah setumpuk PR dan lembaran tugas praktek. Kemudian kita dihadapkan pada UJIKOM, ya... Ujian kompetensi. Salah satu penentu kelulusan bagi anak-anak tiap jurusan.
lanjut ceritanya ke chapter berikutnya.............