Rabu, 23 Januari 2019

Jika

Yang namanya perjalanan hidup itu ga semulus yang di bayangin. Ga seindah yang di pikirkan, ga se instan seperti layaknya mie indomie, karena setiap yang di inginkan dan di dambakan itu butuh perjuangan, banyak rintangan dan ingat ga ada yang instan. Oke...

Nahh.. Jika di hadapkan dengan sebuah pilihan antara yang enak tapi gampang dan yang gampang tapi susah pasti bakalan milih yang enak tapi gampang kan.

Sama hal nya, jika di hadapkan pada 2 persimpangan jalan. Manakah yang akan kalian pilih ?

1. Jalan pintas, bagus, jalannya di aspal bahkan mulus.
2. Jalan yang sangat jauh menuju tempat tujuan, banyak bebatuan, jalannya berlubang bahkan banyak tikungan, bukan banyak yang nikung tapi tikungan ya..

Pasti kalian semua akan berpikir dan memilih jalan yang pertama.

Namun, bagaimana jika pada akhirnya setelah di garis akhir.

Jalan ke 1 : adalah jalan buntu dan bahkan jurang yang curam
Jalan ke 2 : adalah jalan yang dapat menggapai impian dan cita-cita di masa depan.

Kalian akan pilih yang mana ?
Pasti bakalan pilih jalan ke 2 kan meskipun jauh, berlubang, banyak tikungan jika sudah tau akhirnya seperti apa pasti akan memilih jalan tersebut ya kann?

Jadi sebenernya, separah apapun jalannya separah apapun rintangannya  yang akan di lalui, sesulit apapun prosesnya, kita akan tetap memilih jalan yang pasti menuju masa depan kita untuk meraih mimpi dan menuju kepada apa yang kita butuhkan.

Misalnya saja, dalam hal pekerjaan. Kerja itu capek. Iya kan capek, kalian pasti pernah ngeluh inilah itulah disaat kalian kerja. Karena akupun seperti itu..

Kerja itu berkorban tenaga, pikiran, dan waktu istirahat. Tapi, kita akan terus menjalaninya bukan ?? Karena kita membutuhkan uang untuk keperluan hidup. Semakin banyak rintangan, semakin meningkat kualitas diri kita. Semakin besar kualitas kita, maka semakin banyak peluang yang akan kita dapatkan.

Sama seperti halnya dengan beribadah. Ibadah itu harus sabar, dan mengorbankan waktu ternyaman kita.

Adzan subuh, tapi masih ngantuk berat, tetap harus bangun pergi ke masjid. Adzan ashar, enaknya rebahan, tapi tetap harus beranjak untuk mendirikan shalat. Orang lain siang-siang beli yang dingin, kita hanya bisa ngelus dada karena sedang berpuasa. Dan masih banyak lagi.

Dan sesuatu yang di dapatkan akan terasa berbeda ketika kita shalat hanya sekedar shalat untuk menggugurkan kewajiban. Dibandingkan dengan shalat yang di barengi shalat sunnah.

Semakin banyak ujian dan usaha yang dijalani, maka akan semakin meningkat derajat kita. Semakin derajat kita meningkat, maka Allah semakin sayang sama kita.

Ingat... Semua yang dilakukan ini pada dasarnya pasti karena BUTUH !!!!
B U T U H... Ingatt butuh, namun sebagiannya karena atas dasar sudah kewajiban.

Kita beribadah karena kewajiban kita dan kita butuh akan kasih sayang-Nya, butuh akan ke ridhaan-Nya agar selamat di dunia dan di akhirat.

Jadi, jika masih memilih jalan pintas yang serba mudah dan belum brrkorban dalam beribadah, hati - hati terbuai. Cobalah hati dan niat ini di crosscheck lagi deh.

Kebutuhan kita sudah sampai mana ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar