Sabtu, 25 Juni 2016

UPAYA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (Kekosongan Kekuasaan)

Jepang terjun sebagai negara imperialis mengikuti jejak bangsa-bangsa Barat. Keberhasilan pasukan Jepang menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii menyebabkan ruang gerak pasukan jepang bertambah leluasa. Gerakan pasukan Jepang mengkhawatirkan kedudukan bangsa-bangsa Eropa di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Dalam upaya menghadapi gerakan bangsa Jepang, negara-negara Barat membentuk suatu pasukan gabungan yang dikenal dengan sebutan Front ABCD (Amerika Serikat, British/Inggris, China, Dutch/Belanda). Namun, kedudukan Front ABCD berhasil didesak oleh pasukan Jepang. Pasukan Jepang terus berupaya untuk menghancurkan wilayah pertahanan dari Front ABCD. Namun, pada pertempuran yang terjadi di Laut Karang tanggal 7 Mei 1945 pasukan Jepang mengalami kekalahan yang luar biasa dari pasukan gabungan Front ABCD tersebut.

Sejak kekalahan dalam pertempuran di Laut Karang itu, posisi pasukan Jepang di Asia Pasifik juga semakin terdesak. Dalam setiap pertempuran menghadapi pasukan gabungan itu, pasukan Jepang mengalami kekalahan. Pasukan Amerika Serikat melakukan serangan ke pusat-pusat industri milik Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Pada tanggal 6 Agustus 1945 giliran kota Hiroshima dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat dan tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki.

Hancurnya kedua kota andalan Jepang itu membuat Jepang tidak berdaya lagi dan kemudian menyerah tanpa syarat kepada pasukan sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Menyerahnya pasukan Jepang kepada sekutu mengakibatkan terjadinya kekosongan kekuasaan di wilayah Indonesia, karena pasukan sekutu yang ditugaskan untuk menerima kekuasaan atas wilayah Indonesia dari tangan Jepang belum tiba di Indonesia. Sementara itu, pemerintah pendudukan Jepang di wilayah Indonesia sudah tidak menjalankan perannya lagi sebagai penguasa wilayah Indonesia, sejak tanggal 14 Agustus 1945.

Keadaan ini merupakan peluang yang sangat baik bagi bangsa indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Para pemuda yang telah mendengar berita tentang kekalahan pasukan jepang dari pasukan sekutu merasa kebingungan, karena para pemimpin bangsa Indonesia yang sangat diharapkan seperti Bung Karno, Bung Hatta sedang berada di Saigon (Vietnam) untuk memenuhi panggilan Panglima Pasukan Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi. Mereka baru kembali ke Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945 dan menemukan Indonesia tanpa memiliki pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar