Kamis, 14 Juni 2018

Gema Takbir Idul Fitri

Allaahu akbar... Allaahu akbar... Allaahu akbar...
Laa illaaha illallaahu wallaahu akbar.. Allaahu akbar walillaahil hamd..

Gema takbir mulai berkumandang. Pengeras masjid yang biasnya hanya diisi dengan lantunan ayat suci al-qur'an, kini mulai di hiasi suara merdu senandung takbir, pertanda akhir bulan Ramadhan, tapi senandung kemenangan yang menandakan datangnya hari raya yang membawa manusia kembali pada fitrahnya. Hari raya yang juga disebut hari raya Idul Fitri ini disambut meriah oleh segenap umat muslim di segala penjuru dunia. Lantunan takbir mulai bergema selepas adzan maghrib. Pengeras suara setiap masjid saling bersahutan. Gemuruh takbir terdengar disetiap penjuru wilayah.

Ada berbagai cara yang dilakukan umat muslim dalam menyambut datangnya hari raya ini.

Keheningan malam biasanya, tapi kini malam ini pun berganti ditemani lantunan takbir sepanjang malam. Sepertiga malam yang biasanya hanya dilewati sujud sunyi dalam tahajjud, kini ditemani dengan iringan takbir. Kumandang takbir ini akan berlanjut hingga matahari esok mulai menampakan sinarnya di ufuk timur. Lautan manusia mulai merapat ke masjid pada esok hari. 

Pagi esok, suasana masjid akan sedikit berbeda. Pelataran masjid yang biasanya dimanfaatkan santri/anak kecil yang mengaji untuk bermain, mulai esok terhampar kar0et berwarna hijau/merah. Karpet tersebut di gunakan untuk memfasilitasi warga sekitar yang ingin melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid. 

Malam ini, suasana hangat mulai terasa ketika gema takbir berkumandang di iringi dengan dentuman kembang api yang ditembakan ke atas langit hingga menembus kedalam kelenjar saliva.

Hangatnya sinar bulan malam ini melengkapi sinar kembang api yang terus menerus meledak diatas langit. Senyum lebar terlihat jelas dalam raut wajah setiap muslim.

Perut kenyang setelah berbuka puasa terakhir di bulan Ramadhan ini, hatipun senang. Itulah sedikit ungkapan yang bisa mewakili kondisi saat ini.

Rangkaian selebrasi kemenangan tak terasa telah usai. Semoga dapat bertamu dengan gema takbir selanjutnya dengan segala keberkahan yang ada di dalamnya.


Aamiin... 

Atas nama Nadya pribadi mengucapkan..  Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.. 

1 komentar:

  1. Minal aidzin walfaidzin. . Mohon maaf lahir dan batin. �� Semoga dikasih kesempatan tuk bertemu bulan ramadhan lagi di tahun depan.. ��

    BalasHapus