Jalur yang semakin sulit di jangkau, maka akan semakin indah yang kita dapat.
Pas banget buat menggambarkan keindahan Curug Malela yang kami tempuh pada tanggal 28 April 2015.
Curug Malela ini terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga-Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.
Curug Malela ini merupakan air terjun paling atas dari rangkaian tujuh air terjun bertingkat sepanjang 1 kilometer. Malela ini memiliki lebar sekitar 50 meter dengan ketinggian 60-70 meter.
Rute perjalanan yang kami tempuh melalui jalur alternatif ke arah cihampelas-cililin-sindang kerta-bunijaya terus masuk ke wilayah perkebunan teh montaya.
Siapin mental, karena kami saja jadi jauh dari "schedule" yang ada. Perjalanan dari cihampelas ke terminal buni jaya dengan menggunakan angkutan umum itu ternyata makan waktu sekitar 2 jam, dengan kondisi jalan yang agak baik.
Jalurnya ini keluar masuk desa dan naik turun dengan jalan yang berlubang-lubang. Setelah masuk di wilayah perkebunan teh montaya, mulai banyak tuh rumah-rumah.
Ohh iya.., kami melanjutkan perjalanan dari terminal ke Curug Malela dengan berjalan kaki, cukup melelahkan apalagi buat yang jarang banget hiking.
Perjalanan dengan berjalan kaki ini memang indah dan menyenangkan. Tapi, jalanannya itu lohh yang menantang turun naek dan super ancur, di beberapa bagian jalan malah berlumpur.
Perjalanan ternyata belum selesai setelah 3 jam kami berjalan kaki. Akhirnya kami tiba di posnya Malela, ada beberapa warung disini. Dan kita sempat berhenti di salah satu warung sejenak. Dari pos ini kami harus berjalan kaki sekitar 1 jam. Akhirnya setelah menempuh perjalanan itu kami sampai di area curug malela tapi kami harus berjalan ke bawah lagi agar langsung ke curugnya.
Setelah sampai ditempat tujuan, kami menikmati dulu suasananya dan langsung kebawah untuk mengambil air wudlu karena kami akan melaksanakan solat dzuhur.
Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke atas, dan istirahat di dauhan setelah itu naik lagi ke atas dan pulang. Pastinya dengan berjalan kaki, dan yang di duga oleh kami yaitu kami kemalaman dijalan dan hasil nyampe ke rumah jam 9 malam.
Tapi perjuangan berat yang memakan waktu sekitar 13 jam ini gak percuma deh begitu kita sampe dilokasinya. Keren banget... karena bentuknya yang melebar dan banyak batu-batu besar disekitar aliran airnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar